Beranda

Perlu lebih dari 70 ribu spesimen kayu untuk menjadi no 1 dunia!!!

 

Indonesia merupakan negara megadiversitas dan memiliki hutan tropis yang sangat luas. Keragaman hayati dari hutan tropis diantaranya kayu, jumlahnya kurang lebih 4.000 jenis. Untuk pengembangan IPTEK dan dokumentasi, jenis-jenis kayu perlu dikoleksi dalam xylarium (perpustakaan kayu (xylotheque)).

Xylarium adalah bangunan atau ruangan di mana koleksi berbagai jenis kayu dikumpulkan, dicatat, ditata, dirawat, dan disediakan bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Di Indonesia, Xylarium Bogoriense 1915 adalah satu-satunya xylarium yang telah tercatat dalam Index Xylariorum, Instuonal Wood Collecon of the World sejak tahun 1975 (kode BZFw), dan tercatat dalam Index Herbariorum Indonesianum.

Xylarium ini terdapat di Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor.

Contoh kayu berbentuk trapesium, dikumpulkan oleh para peneliti, pejabat kehutanan daerah, panglong, dan administratur sejak 1914. Pengumpulan koleksi dilakukan secara rutin tiap tahun namun terbatas jumlahnya, sehingga saat ini Xylarium Indonesia bergeser ke peringkat empat di dunia dengan jumlah koleksi 67.864 sampel kayu (110 suku, 785 marga dan 3.667 species).

Koleksi kayu terbesar pertama ada di Belanda (125.000 spesimen), kedua USA (105.000 spesimen), dan ketiga Belgia (69.000 spesimen)